Tips dan trik untuk lulus menjadi CPNS/PNS

January 7, 2009 by  

Artikel ini ada pada kategori Pengadaan - PNS (Pegawai Negeri Sipil)

Pada akhir tahun 2008 beberapa pemerintah kabupaten dan kota mulai kembali mengadakan penerimaan CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil), jadi teringat kembali pengalaman ketika mengikuti tes CPNS. Saya coba berbagi pengalaman pribadi dalam tulisan ini, mudah-mudahan dapat berguna bagi yang ingin mengabdi menjadi abdi masyarakat, abdi negara, abdi teh PNS 🙂
Pertama kali saya mengikuti ujian PNS adalah pada pertengahan tahun 2004, waktu itu sedang banyak-banyaknya penerimaan dari umum untuk formasi PNS di beberapa daerah kabupaten kota, waktu itu saya untuk pertama kalinya saya ikut penerimaan CPNS untuk formasi teknik geodesi di pemerintah kabupaten Cianjur. Salah satu alasannya adalah karena saya memang berasal dari Cianjur , “Putra Daerah” kalau istilah kerennya, mudah-mudahan ada kesempatan lebih nih. Namun waktu itu masih agak skeptis, mau apa jadi PNS? Ikut tes ini hanya sekedar mengikuti keinginan dari orang tua, sehingga niatnya pun hanya sekedar berbakti pada orang tua, agar tidak mengecewakan orang tua, maka tanpa persiapan apapun diikutilah tes CPNS di kabupaten Cianjur dan hasilnya pun cukup mengecewakan, dari 40 orang peserta dan jatah 2 orang formasi teknik geodesi ternyata nama saya tidak termasuk dalam peserta yang lulus. Pada bulan berikutnya kembali dibuka lewongan CPNS untuk formasi Geodesi pada beberapa kabupaten dan kota serta instansi sektoral, seperti BPN (Badan Pertanahan Nasional), Bakosurtanal (Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional), salah satunya adalah penerimaan PNS pada kota Bogor. Dari pengalaman pertama mengikuti ujian di Cianjur dan setelah “titirah” akhirnya ditekadkan agar bisa lulus pada tes kali ini.

Dari pengalaman beberapa kali mengikuti ujian baik selama sekolah, kuliah dan bekerja di beberapa konsultan, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah: persiapan; belajar latihan soal tes CPNS. Langkah pertama yang dilakukan adalah mengumpulkan/membeli buku-buku latihan soal-soal yang terkait dengan Tes CPNS, pada waktu itu diperoleh informasi bahwa tes terdiri dari ; 1. Tes Kompetensi Dasar; Tes Pengetahuan Umum (TPU), Tes Bakat Skolastik (TBS), dan 2. Tes Kompetensi Bidang.Tes Pengetahuan Umum terdiri mata pelajaran; Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Tata Negara, Tes Skolastik merupakan materi tes Psikotes sedangkan Kompetensi Bidang berisi tes kemampuan pada keahlian pada formasi yang akan diambil, dalam hal ini saya mengambil formasi teknik geodesi.
Persiapan dilakukan dengan membeli beberapa buku yang terkait dengan bahan-bahan yang akan di ujian kan, dari Gramedia dan Gunung Agung, berikut adalah buku-buku yang saya beli:
-Kumpulan Soal-soal UAN (Ujian Nasional) untuk SMU untuk memperoleh latihan soal-soal Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, sedangkan untuk tata negara, dibeli buku kumpulan soal UAN dari jurusan IPS. Plus Buku EYD (Ejaan yang disempurnakan), dari pengalaman soal EYD selalu muncul dalam ujian Bahasa Indonesia dimanapun!,
-Kumpulan soal-soal CPNS/PNS; ada 3 sampai dengan 5 buku yang berjudul seperti itu, saya beli 2 buku yang terlihat isinya lebih baik dari buku yang lainnya.
-Buku Latihan Psikotes; ada beragam/banyak buku untuk bahasan ini, dipilhlah beberapa buku yang isinya lebih baik dari buku-buku yang lainnya, untuk psikotes saya membeli 4 buku kecil-kecil.
Dari beberapa buku itulah saya belajar untuk persiapan tes PNS, namun dengan sebanyak buku itu dan waktu tes yang semakin dekat, akan sangat tidak mungkin dapat mempersiapkan diri dengan maksimal, untunglan saya pernah membaca buku Quantum Learning, belajarlah dengan cepat! Metoda yang digunakan adalah dengan metoda scanning; dengan cukup membaca soal dan langsung baca jawabannya – baca soal langsung baca jawabannya terus saja seperti itu untuk semua buku, sampai jawabannya benar-benar hapal di luar kepala 🙂 dalam waktu 2 minggu sudah dilahap semua buku tersebut. Baru kemudian dicoba dengan baca soal kemudian tuliskan jawaban tanpa melihat kuncinya, baru dinilai berapa kemampuannya, ternyata lumayan juga sudah hampir 100% bisa dikerjakan semua. So dalam waktu kurang dari 1 bulan sudah benar-benar siap untuk mengikuti tes CPNS.
Jadi kunci agar dapat lulus tes CPNS adalah: 1.Persiapan, kemudian 2. Persiapan dan ketiga adalah Persiapan.

1.Persiapan Administrasi; Persiapkan dari jauh hari persyaratan administrasi yang dipersyaratkan, mulai dari kartu kuning, ijasah dilegalisir, photo sekian kali sekian, Tes Kesehatan, Tes Bebas Narkoba, dsb. Persiapkan semua administrasi ini jauh-jauh hari sebelum tes, sehingga waktu tidak banyak tersita untuk menguruskan hal ini, apalagi kalau misalnya ikut tes di Bandung sedangkan kuliahnya di Sulawesi, dan tinggal di Sumatera; legalisir ijasah ke Sulawesi, membuat Kartu Kuning di Sumatera, kemudian tes di Bandung. Cape deh…

2.Persiapan Latihan Soal; Percuma ikut tes CPNS sudah keluar biaya untuk persiapan administrasi tapi tanpa persiapan latihan soal! Hasilnya pasti NOL BESAR!
Memang masih banyak cerita miring yang mengatakan kalau tidak punya keluarga kerabat dekat atau pegangan orang dalam akan sangat sulit untuk jadi PNS, itupun saya alami ketika pertama masuk kerja jadi PNS, kebanyakan PNS lama menanyakan ke saya; “punya relasi/saudara siapa bisa masuk jadi PNS?”, bingung dan heran juga menjawabnya 🙂 mungkin karena kebiasaan lama maka begitulah. Tapi nampaknya kebiasaan itu sudah mulai ditinggalkan, pada kenyataannya banyak PNS yang tanpa keluar uang untuk nyogok dan tanpa relasipun (tanpa KKN) bisa lulus dan masuk jadi PNS. Jadi intinya PERSIAPAN!!!
Soal bahasa indonesia dari tahun ke tahun tidak banyak mengalami perubahan, mulai dari beberapa point soal EYD, tata bahasa, bacaan, dan sastra. Begitu pula Tata Negara, masih itu-itu juga, UUD 45, pancasila, paling tambahannya tentang update otonomi/peraturan daerah,pemilu, dsb. Makanya baca soal-soal minimal dari 10 tahun ke belakang, akan kelihatan bagaimana pola soalnya.
Psikotes, satu prinsip yang harus dipegang adalah, apabila kita banyak berlatih mengerjakan soal-soal psikotes, maka kita akan dapat bersaing dengan orang yang lebih pintar dari kita, bahkan nilainya lebih tinggi dari orang pintar tapi tidak pernah berlatih soal Psikotes. Dari pengalaman pribadi ; ternyata memang soal psikotes itu nga susah amat sih, apalagi kalau sudah banyak latihan soal, dijamin IQ-nya bisa meningkat!
Soal ujian kompetensi, tentunya sudah ada modal selama kuliah atau bekerja untuk hal ini. Namun satu hal yang penting adalah; pelajari keilmuan pada bidang keahlian yang sedang tren pada saat ini, misalkan pada saat saya tes untuk Geodesi, ternyata soalnya banyak mengenai pemograman komputer untuk aplikasi Geodesi (SIG/Sistem Informasi Geografis), inilah yang dinamakan rejeki, selama 5 tahun bekerja di bidang itu, babat habislah 🙂

3.Kalau sudah melakukan persiapan no. 1 dan no.2 persiapkanlah lahir dan bathin untuk menjadi PNS, karena dunia PNS itu ternyata sangat jauh berbeda dengan dunia kerja di swasta. Sangat berbeda sekali… seperti benang kusut untuk membahasnya, namun kalau di runut, inti permasalahannya adalah; 1. Rekrutmen yang KKN (jaman dulu), 2. Kesejahteraan yang Kurang 3. Mismanajemen
Ketiga hal ini saling terkait satu sama lain dari Rekrumen yang KKN menghasilkan SDM yang kurang maksimal, dari SDM yang kurang maksimal ini penghargaan terhadap profesi PNS menghasilkan kesejahteraan yang kurang memadai dan dari dua hal itu munculkan mis manajemen dalam segala segi, teknis, non teknis, motivasi, kompetensi, perencanaan, dsb tidak dapat tertata dengan baik, mau merubah??!! Saya mendingan jawab: NO Comment. Namun masalahnya tidak sesederhana dan sesempit ini. Pada intinya persiapkanlah diri untuk menjadi Abdi Masyarakat dan Abdi Negara dengan bekerja sebaik mungkin dengan kondisi bagaimanapun di manapun nanti ditempatkan.

Selamat Mengabdi!!!

Ini adalah blog versi lama heldi.net , untuk upate bira pengadaan treabaru Silakan kunjungi blog terbaru di www.heldi.net
Share
Blog ini adalah versi lama dari heldi.net, silahkan kunjungi Blog baru di www.heldi.net