NOT FAIR!!! Tidak dipanggil TPA Bappenas karena IPK Kurang (Tidak Memenuhi Syarat Administrative)

March 28, 2009 by  

Artikel ini ada pada kategori Pengadaan - PNS (Pegawai Negeri Sipil)

“Kadang Hidup memang tidak adil…” itu kata mantan bos saya dulu begitu mendengar cerita bahwa saya tidak dipanggil oleh beasiswa bappenas gara-gara IPK tidak memenuhi persyaratan, atau kalau bahasa bappenas-nya TMS (tidak memenuhi syarat administrative). Gimana mau ikut TPA (tes potensi akademik), dipanggil saja tidak πŸ™‚
Mengapa tidak adil?! menurut pendapat saya, nilai IPK itu relatif untuk masing-masing perguruan tinggi dan tidak dapat dijadikan patokan/standar mutlak, karena berdasarkan pengalaman saya pribadi, waktu kuliah dulu mengambil dua jurusan di dua perguruan tinggi, satu di ITB (Institut Teknologi Bandung) jurusan Geodesi dan satu lagi Matematika di Universitas yang lain. Pertama kali saya mengambil jurusan matematika IKIP (UPI) dengan PMDK (tanpa test/UMPTN/SPMB) kemudian karena penasaran belum pernah mengalami test masuk perguruan tinggi negeri, pada tahun berikutnya saya mencoba test ke ITB dan masuk.

Pada Tingkat pertama di jurusan Matematika semua pelajaran2 dasar (TPB; Calculus, Fisdas, BioUmum, Kimdas, dsb) dapat saya lalui dengan tidak terlalu sulit, bahkan IPK saya mencapai 3 lebih. Kemudian pada tingkat 2 dengan men-double kuliah di ITB IPK saya masih bisa bertahan di atas 2,5 dan selanjutnya sampai tingkat 3 dan saya berhenti di jurusan matematika.
Sedangkan di ITB karena berbagai faktor, yang paling signifikan adalah faktor bahwa saya non-himpunan (non-him/non-IMG) dimana kalau yang tau bagaimana arogansi IMG (Ikatan Mahasiswa Geodesi) tentunya akan mengerti kenapa saya cukup terganggu menjadi non-him, tapi sudahlah jangan dibahas lagi masalah him or non him ini karena tidak akan selesai-selesai, apalagi kalau sudah dibahas sama anak-anak ITB lagi, bisa ber-bab-bab bahasannya, di milis ITb saja sampai tahun 2007 terakhir masih ramai saja dan belum selesai selesai ngebahas masalah os ini πŸ™‚ cape dehhh… jadi please jangan dibahas ttg hal ini πŸ™‚

Yang jelas, pertama karena hal tsb akademik saya cukup terganggu, kemudian yang kedua adalah sewaktu kuliah sebagai pelarian dari lingkungan di ITB yang “tidak bersahabat”, saya mencari komunitas lain untuk pergaulan yaitu dengan bekerja di beberapa lembaga pendidikan komputer dan konsultan pemetaan sambil menambah tambahan untuk uang kuliah dan uang jajan.
Sehingga karena faktor tersebut nilai-nilai saya di geodesi ITB tidak terlalu bagus dibanding dengan nilai di jurusan matematika. Juga apabila dilihat materi pelajaran, yang diajarkan di ITB lebih banyak, contoh di jurusan matematika saya memperoleh pelajaran Kalkulus I dan II dimana materi pelajarannya adalah dari 1 buku teks book Calculus I (kalau nga salah; Calculus-Vessel), jadi satu jilid teks book calculus untuk 2 semester, sedangkan di ITB, satu semester itu berisi materi 1 teks book dan semester selanjutnya 1 teks book lagi, jadi memang lebih berat materinya. Kemudian juga materi-materi pelajaran khusus jurusan geodesi, tau sendirilah hitungannya kadang 5 lembar folio aja belum selesai, iterasi terus sampai jungkir :).
Begitu pula banyak teman-teman yang lain yang mengeluhkan betapa beratnya perkuliahan di ITB, belum lagi banyak dosen-dosen yang terkenal killer, kalau di Geodesi ada yang terkenal dengan 3 dewa laut, yaitu 3 sekawan dosen kelautan yang killer-killer alias nilainya susah, udah ngulan berulang kali, paling banter dapetnya C, nilai B itu untuk dosen, dan nilai A untuk Tuhan katanya πŸ™‚
Ada juga yang susahnya minta ampun, pelajarannya susah dimengerti, cara ngajarnya susah dimengerti, nilainya juga susah. plus di ITB khususnya di jurusan saya itu Zero Tolerant, ada teman saya seangkatan yang seudah mengikuti sidang skripsi dan lulus skripsinya namun tidak dapat mengikuti wisuda alias DO (Drop Out) gara-gara tidak mendapatkan nilai dari satu mata kuliah saja, dan dosennya tidak dapat memberikan ujian susulan, ujian perbaikan, apapun istilahnya, karena dia absensinya kurang, kalau nga salah temen saya bolos 5 kali, sedangkan peraturan dosen tidak boleh lebih dari 3 kali bolos. Akhirnya DO gara-gara satu mata kuliah tsb πŸ™

Begitulah… so kesimpulannya ini tidak adil, maaf bukannya merendahkan universitas swasta atau perguruan tinggi lainnya selain ITB, tetapi jujurlah… perkuliahan di ITB itu lebih berat dari PT yang lainnya, dan untuk memperoleh IPK yang bagus itu sungguh sangat sulit, saya pun berani bertaruh, kalau saya kuliah di PT lain di luar ITB, saya pasti bisa mendapatkan IPK tinggi, apalagi PT Swasta (mohon maaf) seperti kelas2 khusus atau ekstension yang notabene nilai dan dosennya dapat lebih fleksibel dalam memberikan penilaian, itu saya alami sendiri sewaktu kuliah men-double dengan Univ negeri lainnya dan sekarang juga mendengar cerita adik yang kuliah di PT swasta “khusus”, yah… begitulah…(-edit tahun 2010- saya tambahkan disini Demi Allah saya tidak bermaksud untuk merendahkan yang lain, dan ya Allah.. saya mohon perlindungan dari sifat sombong… amien….)

So bagaimana nih bappenas… kok bisa tidak adil ini? mudah2an ada orang bappenas yang membaca halaman ini πŸ™‚

Sing sabar we jang… yah sekarang mah kita have fun aja ngukur2 lagi di bogor dan membuat homepage yang asyik2 yang mudah2an ada gunanya bagi masyarakat Bogor khususnya dan Nusa Bangsa pada Umumnya… MERDEKA!!!

Buat temen-temen yang lulus seleksi, selamat dan sukses selalu, nanti kalau udah lulus saya hire deh buat ngerjain paket-paket pekerjaan di konsultan saya πŸ™‚ Dan jangan lupa untuk menjadi pejabat yang baik hati πŸ™‚

=======

add 2010:

saya suka dengan postingan ini… banyak komentar2 yang tajam dan menantang πŸ™‚ postingan dan komentar disini bisa dijadikan untuk bahan tesis S-2 saya nih πŸ™‚

Silahkan ditambah komentarnya… saya suka dengan komentar2 pada postingan ini!!! πŸ™‚

Ini adalah blog versi lama heldi.net , untuk upate bira pengadaan treabaru Silakan kunjungi blog terbaru di www.heldi.net
Share
Blog ini adalah versi lama dari heldi.net, silahkan kunjungi Blog baru di www.heldi.net