E-Procurement di PTPN (PT Perkebunan Nusantara)

September 7, 2016 by  

Artikel ini ada pada kategori Pengadaan - Pengadaan Barang Jasa

Mungkin karena terbiasa melihat dan menggunakan eprocurement versi LKPP, ketika melihat e-procurement yang dikembangkan oleh PTPN (PT Perkebunan Nusantara) terasa agak aneh melihatnya. Agak aneh kenapa? karena melihat standar yang dikembangkan antar satu PTPN dengan PTPN lainnya terlihat tidak seragam satu dengan lainnya. Coba silahkan lihat website e-procurement yang dikembangkan oleh beberapa PTPN ini:

http://eproc.ptpn10.co.id/main

http://eproc.ptpn5.co.id/

http://eproc.ptpn4.co.id/

http://www.eproc.ptpn12.com/#/

http://www.ptpn3.co.id/eproc/f1.asp?fr=undefined

http://eproc.ptpn7.com/

Dari tampilan depannya saja sudah berbeda beda. Ada yang memberikan dengan jelas alur tata cara pemilihan penyedia melalui elektronik, ada yag harus nyari nyari dulu dimana masuknya, bahkan ada yang hanya bisa diakses dengan intranet jaringan PTPN saja.

Kemudian ini kan eproc tapi kok penawaran masih via email, kenapa tidak via sistem? kemudian masih ada uang tebusan untuk dokumen pengadaan? Selanjutnya apakah penjelasan bisa online? sanggahan bisa online? Pertanyaan terakhir adalah kenapa tidak gabung saja dengan e-procurement LKPP? ya memang PTPN swasta sih ya….

Berikut kumpulan beritanya

Implementasi “E-Procurement” Dorong Efisiensi

PTPN III Holding (Persero) memproyeksikan penerapan sistem pengadaan elektronik (e-procurement) di seluruh anak usaha yang dimulai 1 September 2016 dapat meningkatkan efisiensi pengadaan barang dan jasa hingga 15 persen.

“Melalui penerapan sistem e-procurement, seluruh pengadaan barang dan jasa PTPN I hingga PTPN XIV akan terintegrasi, karena seluruh PTPN akan menggunakan aplikasi yang sama, sehingga akan diperoleh harga terbaik dan pengawasannya bisa dilakukan bersama-sama,” kata Direktur Human Capital Management dan Umum PTPN III Holding, Seger Budiarjo, di Jakarta, Senin (5/9).

Menurut Seger, Implementasi e-procurement di lingkup PTPN dilaksanakan berdasarkan Peraturan Direksi No 3.00/ PER/42/2016 tanggal 31 Agustus 2016 tentang Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa Secara Elektronik pada PTPN III dan PT Perkebunan Nusantara I, II, IV s/d XIV.

Dalam sistem aplikasi eprocurement ini, seluruh pengadaan barang dan jasa PTPN I hingga PTPN XIV akan menggunakan kode barang dan jasa yang seragam.

Selain itu, dengan pengadaan barang dan jasa secara terintegrasi, volume pengadaan dilaksanakan secara partai besar sehingga PTPN memiliki posisi tawar yang lebih baik dengan mutu dan kualifikasi vendor terbaik.

“Pelaksanaan e-procurement merupakan bagian dari good corporate governance atau tata kelola perusahaan yang bersih yang dilakukan PTPN III Holding (Persero) dan seluruh PTPN,” ujar Seger.

Ia menjelaskan, sebelumnya beberapa PTPN belum pernah menerapkan sistem e-procurement. Meskipun ada beberapa PTPN lainnya telah menerapkan sistem e-procurement, namun dengan batasan nilai nominal pengadaan barang dan jasa yang berbeda-beda. “Dengan sistem e-procurementterintegrasi ini, seluruhnya diseragamkan,” katanya.

Vendor Rekanan

Menurut Seger Budiarjo, saat ini terdapat 1.670 vendor yang telah tercatat sebagai rekanan PTPN I hingga PTPN XIV. Diharapkan, dengan sistem e-procurement, vendor yang tercatat akan semakin bertambah. Hal ini mengingat sebelum 1 September 2016, baru 5 PTPN yang memiliki sistem pengadaan e-procurement dengan nilai penghematan yang berhasil diperoleh mencapai 6 miliar rupiah.

“Nantinya, dengan e-proc u rement terintegrasi, efisiensi yang bisa diperoleh akan lebih besar lagi,” jelasnya.

PTPN III Holding (Persero) sudah mulai melakukan pengadaan pupuk secara terintegrasi. Pengadaan pupuk secara terintegrasi dapat menimbulkan efisiensi dan harga terbaik mengingat selama ini pupuk berkontribusi 40-60 persen terhadap komponen biaya produksi PTPN, selain bahan bakar dan pestisida.

Penerapan e-procurement ini merupakan bagian dari transformasi yang dilakukan PTPN III Holding bagi seluruh PTPN guna mewujudkan transparansi, efisiensi, dan pengendalian biaya serta peningkatan kinerja.
Sumber: http://www.koran-jakarta.com/implementasi-e-procurement-dorong-efisiensi/
=================




PTPN VII Mulai Terapkan e-Procurement

Sistem online sudah merambah ke setiap sektor, tak terkecuali sektor perkebunan. Dalam hal ini, PTPN VII mulai menerapkan sistem e-procurement dalam transaksi tender pengadaaan barang dan jasa secara penuh per 1 September 2016.

Kepala Bagian Logistik PTPN VII Andri mengatakan sistem tender berbasis online itu dapat membuat perusahaan menjadi lebih efektif, efisien dan kompetitif. Basis online juga menjadi tuntutan manajemen modern yang mengharuskan setiap transaksi terjaga akuntabilitas dan transparansinya.

Dalam pelaksanaannya, e-procurement berdasarkan prinsip ditempat yang tepat, pelaksanaan diwaktu yang tepat, kualitas yang sesuai dan sumber yang jelas.

Menurut Andri, PTPN VII juga sudah melakukan sosialisasi kepada 177 perusahaan yang terdaftar dalam rekanan terseleksi PTPN VII dan perwakilan lembaga perbankan.

“Kami sudah berikan materi secara mendalam dengan mengenalkan software yang dipakai untuk pendaftaran dan seluk beluk prosesnya,” katanya.

Selain itu, peserta sosialisasi juga melakukan praktik mekanisme dalam sesi simulasi e-procurement.
Direktur Utama PTPN VII Andi Wibisono merasa optimistis e-procurement dapat berjalan dengan baik. “Sistem tender berbasis online ini, adalah hal yang tidak bisa ditawar lagi untuk mewujudkan good corporate governance (GCG),” ujarnya.

Dia berharap e-procurement akan membentuk simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan dalam koridor GCG.
PTPN VII saat ini belum berada pada posisi menguntungkan, namun perusahaan optimistis dengan kondisi bisnis karena memiliki asset tanaman produktif seluas 100.000 ha, terdiri dari komoditas karet, sawit, teh dan tebu.

Saat ini, PTPN VII menerapkan sistem budidaya berkelanjutan (sustainable agriculture) melalui penerapan zero burning (tidak membakar) dalam pengelolaan tanaman tebu.

Selain itu pihaknya juga menerapkan best management practices, dalam penggalian potensi produksi karet, kelapa sawit dan teh. Manajemen perusahaan juga telah menerapkan grand strategy corporate turnaround dalam menghadapi kondisi ekonomi saat ini.

“Strategi itu seperti restrukturisasi finansial, restrukturisasi organisasi dan SDM, pembangunan seluruh proses bisnis yang lebih governance dan pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan kaidah ekonomis, efektif, dan efisien,” ujarnya.

Direktur Operasional PTPN VII Sukarnoto menambahkan seluruh SDM di tubuh perusahaan telah menandatangani kepatuhan pedoman prilaku, dan menghindari adanya benturan kepentingan dalam setiap pengambalian keputusan serta mengharamkan insider trading.

“Dengan penerapan cara kerja yang berpegangan pada prinsip GCG meliputi transparansi, akuntabilitas, reponsibilitas, independensi dan berkeadilan. Sehingga kami yakin dan optimis dapat meningkatan kinerja perusahaan,” kata dia.

Direktur Komersial PTPN VII Gafeni sangat menyambut baik pemantapan penerapan program e-procurement ini. Dengan progam ini, kata dia, baik manajemen dan vendor dapat efisiensi waktu, efisiensi biaya dan dapat dilaksanakan kapanpun, di mana pun.

Sumber: http://wartaagro.com/berita-ptpn-vii-mulai-terapkan-eprocurement.html

Ini adalah blog versi lama heldi.net , untuk upate bira pengadaan treabaru Silakan kunjungi blog terbaru di www.heldi.net
Share
Blog ini adalah versi lama dari heldi.net, silahkan kunjungi Blog baru di www.heldi.net