\n

APTB kembali dilarang masuk Jalur Busway

June 9, 2016 by  
Filed under Kota Bogor

Sebenarnya kalau menurut saya pribadi, bukan masalah nambah bayar ketika masuk halte di UKI, namun yang menjadi masalah adalah kenyamanan, bayar rp. 20 ribu per masuk halte busway pun tidak masalah bagi sayah mah, asal bus nya ada dan nyaman. Silahkan ahok atau para pejabat yang berwenang turun langsung sendiri donk ke halte halte busway, apakah bus nya sudah ada cukup? apakah sudah tidak ada antrian atau bahkan tumpukan penumpang di halte busway? silahkan dibedakan sajalah tarif nya, orang bogor bayar rp. 20 ribu gitu… tidak masalah asal tidak ngantri, asal dingin, asal duduk.

Kalau sekarang ya sudah saya bawa kendaraan sendiri lagi ke Jakarta. Karena kalau naik APTB saya harus masuk lagi ke halte transjakarta, NUNGGU lagi, PANAS lagi, berdiri lagi… cape deh… Ini berantem di atas malah masyarakat yang dikorbankan ya… heran….

Herannya ini APTB sudah nyaman, sudah bagus, sudah pas buat masyarakat.. eh malah dihilangkan… Terus dipindah ke Transjakarta… ya mana buktinya, penambahan bus juga tetap saja koridor tidak steril, tetap saja lama, tetap saja penuh, kumaha pa ahok? saya suka sama pa ahok tapi dalam kebijakan ini kok jadi merugikan masyarakat ya?

Intinya niatan membendung atau menguragi mobail pribadi dari Bogor sudah gagal dengan nambahnya satu mobil “www.heldi.net” yang sekarang wara wari bogor jakarta gara gara APTB tidak bisa masuk jalur busway. Memang anda anda para pejabat tidak merasakan ya susah nya, yang susah itu kami pak 🙂

Berikut berita-berita tentang APTB:

Penggabungan APTB ke Transjakarta Terkendala di LKPP

Jelas jelas lambat ya negosiasi katalog lkpp itu…. entah kapan ya bisa tayang nya….

Rencana penggabungan Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) kedalam manejemen PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) terkendala di Lembaga Kebijakan Pengadaan barang dan jasa Pemerintah (LKPP).

Direktur Utama (Dirut) Perum PPD, Pande Putu Yasa, mengakui hal tersebut. Kendala bergabungnya enam operator ATPB ke dalam manajemen Transjakarta disebabkan penentuan besaran rupiah per kilometer (rp/km) di LKPP yang belum rampung.

“Iya betul. Sampai saat ini penentuan Rp/km oleh LKPP masih belum ada titik temunya. Begitu juga secara legalitas dari LKPP belum turun untuk operator APTB ini,” kata Pande kepada Beritasatu.com, Selasa (7/6).

Dalam penentuan Rp/km tersebut, lanjut dia, operator APTB juga harus memperhitungkan investasi yang dikeluarkan untuk membeli bus APTB selama ini. Paling tidak, besaran Rp/km tersebut harus sesuai dapat mengembalikan investasi mereka tersebut.

“Memang saat ini baru tiga operator yang telah menyatakan bersedia bergabung dan Rp/km sedang diproses LKPP. Nah operator kan melakukan investasi yang cukup besar. Kalau diberlakukan Rp/km maka harus ada perhitungan sesuai investasi yang dikeluarkan. Nah, ini yang belum masuk,” ujarnya.

Karena menunggu finalisasi Rp/km oleh LKPP membutuhkan waktu lama, sementara 193 bus APTB masih terus beroperasi mengangkut penumpung meski melalui jalur reguler, Pande mengharapkan Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI memberikan solusi yang terbaik agar para penumpang tidak terlantar.

Sebab tujuan APTB dioperasikan, kata Pande, adalah untuk mengurangi kendaraan pribadi dari daerah mitra Jakarta masuk ke Ibu Kota. Artinya, untuk mengurangi kemacetan lalu lintas Jakarta, salah satunya akibat banyaknya kendaraan pribadi dari daerah mitra masuk ke Jakarta.

“Idealnya, memang Dishubtrans DKI harus ambil solusi. Seperti bus APTB bisa berhenti di halte Transjakarta terdekat, kemudian penumpang bisa melanjutkan perjalanannya dengan bus Transjakarta tanpa membayar kembali,” imbuhnya.

===================

APTB dari Bogor tak Lagi Keluar Tol UKI

Meski dilarang masuk jalur TransJakarta (TransJ), Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) tetap beroperasi. Namun, kebijakan yang diterapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta itu membuat para penumpang kebingungan.

Banyak calon penumpang yang belum tahu jika 1 Juni 2016 bus APTB sudah dicabut pengopera­siannya. Sejumlah bus yang ngetem juga sudah tidak memasang stiker dan atribut APTB dan TransJa­karta lagi. ”Makin pusing saya kalau begini,” kata salah satu pe­numpang APTB Bekasi – Bunda­ran HI, Marta.

Selain Marta, penumpang lainnya juga kebingungan. Beberapa dari mereka bahkan mencolek kondektur APTB untuk bertanya. ”Ini mah sama saja ribet. Besok nggak lagi deh naik APTB. Mending bus biasa sekalian kan lewat jalur biasa juga,” kata penum­pang lainnya, Andi.

Dengan adanya peraturan baru itu, posisi bangku APTB Bekasi – Bundaran HI telah diubah. Pintu samping yang biasanya untuk menaiktu­runkan penumpang di jalur TransJ ditutup. Jok sudah diganti dengan warna yang bercorak dengan warna lebih cerah. Di sepanjang Jalan Jenderal Gatot Subroto, bus APTB tak lagi menggunakan jalur TransJakarta. Bus-bus itu melintasi jalan Tol Dalam Kota dan jalur reguler.

Bus APTB dari arah Cawang menuju Semanggi melintasi Tol Dalam Kota. Tak ada bus yang melintas di Jalan Jen­deral Gatot Subroto. Bus-bus APTB tersebut antara lain rute Cawang – Tanah Abang milik Sinar Jaya, Cibinong – Grogol milik Mayasari Bakti dan Tanah Abang – Bekasi milik Mayasari Bhakti.

Meski melintas di tol, bus APTB masih penuh penum­pang. Sedangkan dari arah sebaliknya, Semanggi ke Ca­wang, bus APTB melintas di jalur reguler. Bus tersebut antara lain rute Cileungsi – Blok M milik Mayasari Bhak­ti.

Bus itu tampak sepi penum­pang. Selain itu, perubahan lainnya yakni penghapusan nama APTB di badan bus. Bus berwarna biru tersebut tak lagi memakai APTB dan hanya memakai nama peru­sahaan. Sementara itu, para sopir mengeluh lantaran banyak penumpang bus pro­tes. ”Banyak yang protes ka­rena tidak memakai jalur TransJakarta,” kata Manaf sopir APTB jurusan Bekasi- Tanah Abang.

Menurutnya, para penum­pang banyak yang turun se­telah keluar Tol Semanggi di sekitar Komdak, Jakarta Se­latan. Menurut dia, sebelum­nya bus keluar Tol Cawang lalu menggunakan jalur TransJakarta hingga ke Tanah Abang. ”Sekarang setelah keluar Semanggi harus meng­gunakan jalur biasa sampai Tanah Abang,” katanya.

Ia menyayangkan keputusan Pemerintah DKI melarang angkutan tersebut mengguna­kan jalur TransJakarta. Hal itu lantaran akan mengurangi jumlah penggunanya. Ka­rena biasanya bus tersebut menggunakan jalur bebas macet. ”Seperti bus biasa saja. Jadi penumpang makin berkurang, bisanya bawa pe­numpang sampai 40 orang dari Bekasi kini tinggal se­paruhnya,” akunya.

Di Bogor, sejumlah sopir mengaku tetap beroperasi. Salah satunya jurusan Bogor- Grogol. ”Tetap jalan, hanya sekarang tidak boleh masuk jalur busway,” kata sopir bus APTB, Bambang, kemarin. Menurut Bambang, bus yang beroperasi saat ini keluar langsung di pintu tol jurusan yang dituju. Selain itu, seluruh armada bus yang ada di Ci­awi sekarang tak boleh lagi keluar di Tol UKI. ”Cuma jurusan Cililitan saja paling yang masih ke UKI, itu juga busnya cuma tiga,” imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan, APTB tak boleh lagi melintasi bus­way. Kalau melanggar, Dinas Perhubungan dan Transpor­tasi DKI Jakarta diperintahkan mengandangkannya. ”Bukan dihapus, tapi dia nggak boleh masuk busway. Kalau tidak, kandangin,” kata Ahok, ke­marin.

Larangan APTB masuk bus­way lantaran banyaknya la­poran yang menyebut masih seringnya bus-bus APTB melanggar aturan. APTB ke­rap memungut biaya tamba­han dari penumpang yang naik di sepanjang koridor TransJakarta hingga keluar masuk busway untuk menaik­turunkan penumpang.

Selain sebagai bentuk sank­si, dilarangnya APTB masuk busway merupakan upaya mendorong agar operator APTB segera menandatan­gani kontrak rupiah per ki­lometer dengan PT Trans­portasi Jakarta. Larangan itu berlaku mulai Rabu (1/6) kemarin.

Share

Solusi sementara APTB

March 8, 2016 by  
Filed under Kota Bogor

Akhirnya senin ini APTB masih tetap jalan sesuai rutenya, dengan ketentuan dalam koridor busway aptb tidak boleh narik tarif yang 5000 lagi ya.
Maka dipasanglah pengumuman sebagai berikut ini:

image

Sebenarnya ini merugikan bagi saya pribadi, kenapa? Karena kalau Bis Transjakarta sedang penuh maka tidak bisa eksklusip naik aptb yang relatip masih kosong dengan hanya membayar 5000 saja untuk sebuah tambahan  kenyamanan dari halte ke halte dalam koridor busway.

Dari beberapa koran online diberitakan bahwa kebijakan ini hanya berlaku 2 minggu, karena nanti akan ada tambahan 600 bus transjakarta yang akan membantu melancarkan dari halte perbatasan ke dalam kota Jakarta.

Tapi syukurlah koko ahok bisa mengambil keputusan dan kebijaksanaan yang lebih baik daripada memutus jalur aptb ketika jalur transjakarta belum siap ya. So makasih koko ahok ya. Mantap

Share

APTB normal kembali

March 7, 2016 by  
Filed under Kota Bogor

Setelah gojlang ganjling #saveAPTB di hari Jumat kemarin (4 april 2016), ternyata hari senin ini APTB @sinarjaya Bogor Jakarta kembali normal bisa masuk ke dalam kota Jakarta lagi. Entah ada kebijakan lainnya atau bagaimana pagi ini saya kembali bisa turun di halte kuningan kembali.

Ya sebaiknya kebijakan ini disiapkan secara matang terlebih dahulu, saya sih setuju saja aptb sampai uki asal:
1. Dampak penumpukan penumpang  di Uki di siapkan penanggulangannya.
2. Subuh jam 5 sudah ada dan banyak armada Transjakarta dari uki, untuk angkut penumpang aptb ke dalam jalur busway.
3. Pulangnya juga di uki harus siap bis aptb yg ke bogor, bekasi dsb agar tidak numpuk.
4. Feeder dari halte2 ke UKI diperlancar: sterilisasi jangan setengah setengah. Contoh dari kuningan susah payah naik transjakarta, mending naik aptb meskipun bayar lagi 5000 perak. Atau pakai gojek lebih enak dan cepat walau nambah 15 ribu. So masalahnya bukan hanya di ongkos tapi waktu dan kenyamanan.

Fakta dari bogor, penumpang aptb adalah orang yasmin, cimanggu, orang perumahan arah salabenda, yang notabene menengah ke atas. Terlihatlah dari tongkronganmya juga. Kalau aptb hilang atau jadi putus di UKI dan lanjut dengan KETIDAKNYAMANAN transjakarta maka tentunya akan beralih kembali ke mobil pribadi yang jelas jelas nambah macet atau pakai omprengan yang jelas jelas salah tidak berijin. Kecil kemungkinannya pakai kereta karena jarak ke stasiun masih jauh dan kondisi penunpang kereta yang tumpuk pindang.
Jadi bereskan dan nyamankan dulu transjakartanya baru putus jalur aptb, bahkan larang tuh gojek, kalau memang transjakarta andalan dki sudah NYAMAN.

Share

Naik APTB itu.. (#saveAPTB)

March 6, 2016 by  
Filed under Curhat PNS online, Kota Bogor

Kenapa saya enjoy naik APTB, ini bagi saya pribadi ya, yang lain mungkin bisa berbeda.

1. Naik APTB itu dingin seperti udara di bogor. Naik bis terus kaki selonjoran, tutup kupluk, pasang murotal di earphone… Bobo lagi… Nyaman pisaaaannnnn….
Tidak seperti bis transjakarta yang AC nya seringkali nyaris tidak terasa dan kalah dengan panasnya udara jakarta, kalah dengan panas sesaknya penumpang dan kalah dengan panas mesin yang masuk ke dalam bis.

2. Naik APTB itu  tidak antri, (bagi saya pribadi ya). Karena saya naik dari pool bubulak, halte paling awal, jadi tinggal jalan dikit dari rumah, naik aptb, tinggal pilih mau duduk dimana, paporit saya di pojokan kiri tuh… Begitu pula turun di halte TJ, tinggal jalan dikit… Sampai kantor deh
Beda dengan transjakarta, di halte simpang kuningan.. Sampai berjejal itu penumpang yang nunggu bis transjakarta, datang bis TJ sudah penuh juga…  Kumaha tah koko ahok? Read more

Share

APTB Bogor Jakarta hanya sampai UKI

March 5, 2016 by  
Filed under Kota Bogor

Sejak tanggal 4 Maret 2016, rute APTB Bogor Jakarta tidak lagi diperbolehkan masuk jalur Busway sampai ke Grogol atau Blok M. Hal ini didasarkan dari surat yang akan mengandangkan bis APTB yang masih masuk ke jalur busway.

image

Sehingga penumpang dari Bogor hanya sampai ke halte terluar saja yaitu halte UKI, kemudian muter balik lewat halte BNN dan langsung kembali ngacir ke Bogor

image

Penumpang dari Jakarta yang akan ke Bogor menggunakan APTB bisa menunggu di halte BNN atau di “bawah” halte UKI sebelum masuk ke tol Jagorawi.
Mudah mudah pa Ahok bisa segera menyelesaikan masalah ini ya… Aamin..
Untuk mendukung “penyelamatan” APTB silahkan tweet dengan #saveAPTB

Share

Jangan nunggu APTB jurusan Bogor di halte Kuningan Barat

October 8, 2015 by  
Filed under Kota Bogor

Nunggu di halte Kuningan Barat, Mana ini sudah 2 jam nunggu kok masih belum muncul juga ya bus APTB jurusan Bogor (Bubulak), padahal lihat berita di tweeter sudah ada 3 bis APTB yang berangkat dari blok M dan grogol. Dari jam 16.15 sd jam 18.25 masih belum nonghol juga bus APTB nya. Ternyata pukul 18.30 barulah bis warna biru itu lewat di halte kuningan barat.
Read more

Share

LKPP – yes it was my way

October 14, 2013 by  
Filed under Pengadaan Barang Jasa

Yes it was my way, itu adalah closing  dari lagu my way (dari frank sinatra) yang saya bawakan hari senin malam di akhir bulan September pada acara farewell party dengan teman-teman di ULP kota Bogor sebelum di akhiri dengan lagu kembali ke Jakarta (koes plus) dan sing together lagu kemesraan dari iwan fals. Lagu tersebut mungkin menggambarkan jalan yang saya ambil sekarang ini untuk pindah tugas ke tempat baru, yang selanjutnya disambung dengan lagu koes plus dengan sedikit modifikasi:

Di sana kantorku
Dalam kabut biru
Hatiku sedih
Di hari Senin
Di sana kantorku
Berdiri menunggu
Di batas waktu
Yang telah tertentu

Ke jakarta aku kan kembali
Walaupun naik APTB

Pernah kualami Hidupku di-ULP
Temanku pergi Dan menjauhi
Lama kumenanti Ku harus mencari
Atau ku tiada Diangkat lagi

Ya seperti pada lagu yang dibawakan, akhirnya saya harus kembali bekerja ke Jakarta, walaupun harus naik APTB, karena ya itulah My Way, jalan yang memang harus ditempuh untuk masa sekarang ini. Setelah kurang lebih delapan tahun mengabdikan diri kepada masyarakat kota Bogor, setelah melalui beberapa tahapan test masuk LKPP (test TOEFL, TPA Bappenas, Psikotest di UI dan Wawancara langsung di LKPP) dan jalan berliku maka setelah dinyatakan lulus, dan keluarga mendukung juga, saya berkeyaninan harus mengambil jalan baru dengan bekerja di Jakarta.

So sudah seminggu lebih bekerja di Jakarta, meskipun masih ada perasaan sedih dan galau untuk meninggalkan keseharian bekerja di kota Bogor, namun saya sudah mulai yakin bahwa ini adalah jalan terbaik dengan be beberapa hikmah yang dapat diambil diantaranya:

1. Shalat Subuh on time. Karena berangkat naik APTB yang jadual keberangkatannya mulai dari jam 05.00 wib dan harus tiba di kantor sebelum jam 09.00 wib, maka berkat bekerja di Jakarta saya bisa shalat Subuh dengan tidak kesiangan… alhamdullilah…

2. Sehat – Berolah raga tiap hari. Pool bis APTB dari rumah saya sekitar 1 km-an, sehingga setiap pagi lumayan bisa berolah raga, kemudian berhenti di pancoran barat, naik tangga dan turun tangga jembatan penyebrangan, so alhamdullilah bisa berolahraga rutin setiap pagi dan sore/malam. Ditambah di LKPP di lantai 9 ternyata ada peralatan kebugaran/fitnes yang cukup lumayan lengkap juga, ada bicycle statis, ada chest press, 2 buah Treadmill, 2 buah meja ping pong, nah ini belum di coba semuanya, so nanti kita coba saya yakin pasti asyik asyik joss. Namun yang sudah saya lakukan dari hari pertama ke gedung SMESCO adalah dicoba sekali dalam sehari adalah naik ke lantai 9 dengan tanpa menggunakan lift, hari pertama saya coba sampai lantai 3, kemudia lantai 4 pada hari berikutnya dan pada akhirnya kemarin sudah bisa naik ke lantai 9 meskipun dengan napas ngos ngosan, tapi mantap terasa. So hikmah yang kedua adalah kembali bisa berolahraga secara teratur tiap hari.

3. Back on Track sebagai PNS

Setelah bertahun-tahun menjadi PNS, namun rasanya tidak benar benar merasakan jadi PNS tulen karena satu hal dan hal lainnya, sehingga dengan suasana yang baru sekarang ini, saya berharap dapat benar benar menjalankan tugas on track sebagai PNS yang jujur dan baik hatinya 🙂

So begitulah beberapa hikmah yang terasa setelah menjalani sekitar seminggu bekerja di tempat baru.

4. On Track di Jalur Pengadaan Barang/Jasa

Sekian lama manjadi PNS dan lebih banyak berkecimpung di pekerjaan yang terkait dengan pengadaan barang/jasa pemerintah, so this is my way untuk berkontribusi lebih banyak dalam dunia pengadaan barang jasa, bukan hanya di level daerah tapi lebih luas lagi ke level nasional atau bahkan mudah mudahan bisa ke level internasional… aamiin…

Mohon doa nya saja dari para pengunjung blog heldi.net agar saya dapat melaksanakan tugas dan amanah di tempat kerja yang baru ini, terima kasih dan salam pengadaan dari Bogor.


Share

Next Page »