\n

Jadi Kapolsek plus 14 Tahun Mengajar Madrasah

July 9, 2015 by  
Filed under Curhat PNS online

Mudah mudah bisa saya jadikan doa, dan mudah mudahan bisa dikabulkan juga… Inspirasi cerita dari koran on line www.republika.co.id tentang seorang polisi yang sekarang jadi Kapolsek, ternyata telah 14 tahun menyambi dan mengabdi menjadi pengajar di Madrasah.

entang_cahyadiEntang Cahyadi, seorang perwira polisi berpangkat inspektur polisi satu (iptu) yang juga menjabat sebagai kapolsek Kecamatan Kasemen, Serang, Banten, mendapat penghargaan dari Kapolda Banten Brigjen Pol Boy Rafli Amar pada acara tasyakuran HUT Bhayangkara ke-69 di Mapolda Banten.

Penghargaan tersebut diperoleh atas dedikasi Entang yang selama 14 tahun mengajar di Madrasah Tsanawiyah (MTS) Masyaratul Muta’alimin. Pengabdiannya menjadi guru honorer sudah dilakukannya sejak 2001. Namun, secara resmi Entang baru mengajar lima tahun.

Pengalaman mengajar ngaji selama 14 tahun tersebut Entang lakukan sejak dirinya masih menjadi seorang bintara. “Kalo menurut SK baru lima tahun. Kalau ngajarnya sejak saya bintara, perwira, hingga saya diangkat jadi kapolsek seperti sekarang. Saya syukuri sebagai bentuk pengabdian saya kepada masyarakat,” ungkapnya, Serang, Kamis (2/7).

Entang mengaku, selain mengajar mengaji, ia juga ditempatkan sebagai guru pengembangan diri, bimbingan, dan penyuluhan siswa sejak 2010. Entang juga hanya mendapat honor Rp 4.500 per jam atau Rp 72 ribu per bulan dan itu pun uangnya dihabiskan bersama para penjaga sekolah lainnya.

Bagi polisi yang lahir di Tasik ini, pengabdiannya ini merupakan kebahagiaan tersendiri bagi dirinya. Banyak suka dan duka yang sudah ia lalui sebagai guru. “Saya senang karena sebelum jadi polisi sudah mengajar Iqra kepada anak-anak sejak 1997 dan menjadi guru MTS jadi bisa mengenang. Kalau dukanya, menangani anak yang agak nakal malah dibela orang tuanya itu agak repot kasih penjelasannya,” ujarnya.

Profesi guru dan polisi merupakan dua profesi yang sama-sama ia sukai. Sejak muda memang ia mencita-citakan menjadi polisi, tapi mengajar merupakan kegiatannya sebelum menjadi polisi. “Keduanya saya suka, apalagi polisi merupakan cita-cita saya,” ungkapnya.

Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Banten Boy Rafly Amar merasa sangat bangga dengan anak buahnya yang satu ini. Ia berharap pengabdian tulus dari seorang Entang bisa menginsipiasi anggota polisi Banten lainnya.

Kapolda Banten juga mengharapkan kepada seluruh anggotanya di Banten yang memiliki latar belakang sekolah di madrasah agar bisa melakukan hal serupa. “Kepada yang lain juga kan banyak yang punya latar belakang di madrasah sehingga itu bisa diberikan untuk memperbaiki akhlak masyarakat. Tujuan polisi kan juga memperbaiki akhlak atau moral bangsa,” katanya menegaskan.

Pengabdian Entang ini juga mendapat sorotan dari Gubernur Banten, Rano Karno, yang turut hadir dalam acara tasyakuran tersebut.

“Saya sampai merinding. Saya bilang, jangan berhenti ngajar ngaji abis dapet penghargaan, Entang jawab nggak akan berhenti mengajar,” ucap Rano.

Entang sendiri mengaku senang bisa dapat penghargaan dari Kapolda dan Kapolres Serang. Penghargaan ini akan dijadikan sebagai motivasi semangat untuk terus mengajar. “Tapi, saya hanya melaksanakan tugas, tidak berharap promosi karena kapolda juga awalnya diberi tahu tokoh masyarakat saat berkunjung ke kawasan Kasemen,” ungkapnya

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/koran/kesra/15/07/03/nqwmc9-14-tahun-kapolsek-mengajar-madrasah

Share

Ketika ngajar adalah panggilan

March 21, 2014 by  
Filed under Curhat PNS online

When teaching is a calling” mungkin itu tarjamah dari judul postingan ini yaitu “ketika mengajar adalah suatu panggilan” saya tidak tahu apakah sudah benar atau tidak ini bahasa inggris nya, maklumlah  skor toefl yang pas pas (ya… pas butuh 525 alhamdullilah pas dapat 530 hehe…) plus bahasa inggris yang ke sunda sunda an juga ya sudahlah well done or great job even “my body s not delicious” (alias masuk angin)  mantap pokonya yah 🙂 Mungkin seperti nge-blog juga yah, “when blogging is a calling“, jadi kalau sudah ada ide untuk suatu tulisan di blog, entah kenapa hal tersebut terus dipikirkan dan selalu terpikirkan dalam otak ini; mulai dari judul apa yang menarik yang akan dipakai, plus apa isinya dari calon tulisan tersebut terus menerus muncul dalam benak ini, terus runut muncul ide ide baru yang harus diketikan dan dicurhatkan segera, kalau belum dituangkan di dalam blog ini maka ide tersebut akan terus menghantui, semakin lama maka semakin bernafsu untuk segera dituangkan dalam bentuk tulisan di curhat pns online ini.  Ya seperti sekarang ini,dari kemarin muncul ide untuk menuliskan tentang when teaching is a calling… ya dari kemarin muncul ide tulisan ini, terus saja terpikirkan, sehingga akhirnya, meskipun sudah hampir jam 11 malam lebih, meskipun sudah cape pulang ngantor dari jakarta dengan segala macam kegiatan di kantor, meskipun sudah cape ngasuh barudak (ngasuh 4 anak), bahkan masih sempat ngabisin cape dengan nyuci mobil sendiri, pakai wax segala malahan, yah meskipun badan sudah cape, tapi ini ide tulisan begitu kuat dorongannya untuk segera diketikan dan dituangkan dalam clog curhat ini, so akhirnya nyalakan komputer, bukin secangkir kopi pahit… ketik ketik mantap! mengalir lancar kan, ini saja sudah jadi satu pragrap yang panjang ya… so jadilah postingan ini.

Begitu pula kalau mengajar, baik mengajar GIS untuk anak SMK atau ngajar pengadaan untuk orang dewasa, ya baik pedagogy, andragogy atau andra  and the backbond 🙂 , kalau lagi ngajar ya entah kenapa meskipun cape atau bagaimana pun kondisinya, tetapi kalau sudah di depan kelas, kalau kata orang sunda mah “siga nu kasurupan“, semangat itu begitu menggelora, begitu mengalir kadang begitu derasnya arus ingin menyampaikan semua materi yang ada di dalam pikiran ini, dan begitu “gregetannnya” keinginan agar semua peserta dapat menguasai semua materi,  ya seperti nulis tulisan ini, begitu lancar begitu semangat begitu bernapsu untuk mengungkapkan semua kata hati dan isi pikiran ini, mungkin benar adanya seperti kata teman saya di LKPP yaitu pak CSK, kata beliau: “ya itulah mungkin yang dinamakan  passion ya pak heldi”, makasih pak CSK atau komentar curhat nya ya 🙂

Ya itu dia mungkin yang dinamakan “when teaching is a calling“, selain di depan kelas begitu menggelora semangat dan energi yang begitu berlimpah entah dari mana datangnya, begitu pula segala sesuatu tentang pengajaran ini “diulik” dan disiapkan sedemikian rupa agar ketika mengajar materi dapat tersampaikan dengan mantap. Mulai dari persiapan peralatan yang harus selengkap dan sesempurna mungkin, mulai dari 2 jenis pointer laser “hijau” dan “merah” plus cadangannya baik pointernya dan baterai nya harus ada cadangannya, flashdisk untuk copy materi, ipad dan laptop untuk presentasi, bahkan sekarang saya sedang hunting switch yang bisa berganti saluran (VGA dan HDMI), sehingga saya bisa dengan mudah berganti ganti dari laptop ke ipad dan sebaliknya.  Pakai new  ipad alhamdullilah sudah mantap, tetapi ada beberapa materi yang mungkin akan lebih maksimal kalau dengan laptop, so kalau dua dua nya (laptop dan ipad) bisa dipakai tentunya kombinasi keduanya akan semakin super lagi dalam memberikan materinya. Untuk tambahan ipad bahkan saya sudah beli airplay agar bisa koneksi wireless antara ipad dengan proyektor, wifi generator nya juga sudah disiapkan kalau-kalau ditempat pelatihan tidak ada wifi,  namun sayangnya dibanyak tempat pelatihan ternyata proyektornya belum mendukung HDMI, karena ternyata airplay hanya bisa dipakai untuk HDMI, maklumlah produk apple memang mementingkan kualitas nomor wahid. Atau mungkin harus bawa proyektor sendiri aja kali ya? ya itu terpikir juga sih, saya lagi nyari proyektor ukuran kecil yang bisa HDMI sehingga bisa kompatibel dengan Airplay nya ipad.

Itu hardware, begitu pula untuk softwarenya, di ipad terinstall lengkap untuk yang wajib tentunya harus ada keynote, page, number (office nya apple lah), plus beberapa jenis aplikasi mindmap, dan beberapa jenis aplikasi untuk writing/paint, sehingga bisa nulis di ipad seperti gayanya mario teguh golden ways lah 🙂 , disiapkan lagu lagu penambah semangat untuk enegizer, video nya juga. Plus koleksi pdf peraturan peraturan terkait pengadaan, semua nya ready to use baik di ipad maupun di laptop. Makanya kadang saya heran bila ada pengajar yang ke tempat mengajar kok bisa tidak bawa satu peralatan apapun, laptop tidak bawa, pointer tidak bawa… kan semuanya sudah disediakan panitia… iya sih ya… ngapapa deh… 🙂  Dan tentunya materi bahan ajarnya juga di ulik dan ditambah sedemikian rupa sehingga dapat sesuai dengan kebutuhan pesertanya.

Ya itulah mungkin when teaching is a calling, tidak perduli juga berapa bayarannya, mau kecil atau besar silahkan terserah panitia saja, Alhamdullilah tidak pilih pilih… yakin dengan hukum kekekalan energi, apa yang kita lakukan pasti ada bayarannya ya, ya bisa langsung atau nanti dan pasti dibayar, bisa dengan bentuk energi lainnya dan bahkan bisa berlipat lipat ganda juga bayarannya kalau di tunda dulu pembayarannya loh. Ya seringkali juga saya dengar bisik bisik tetangga bahwa si ini mah narif… eh pakai “p” ya… narip!, si itu mah suka milih milih penyelenggara yang JP nya besar saja, ya itumah mangga lah, saya juga bukan tidak mau kok JP besar, saya juga mau kok JP besar 🙂 tapi ya hayu wae lah berapapun bayarannya, bahkan tidak dibayarpun hayu, ya asal saya sedang punya uang lebih ya untuk ongkosnya, ya maklumlah PNS pas pas an 🙂 . Kenapa bisa begitu ya? karena saya senang mengajar… that its! i like it and I love it! that’s it, so kalau butuh pengajar ya tinggal calling saja ya, jadi when teaching is a calling okey, oh jadi ini yah arti when a teaching is a calling teh?  🙂 what eper lah… namanya juga blog curhat ya…. 🙂

nah ini juga, kalau sudah tertuangkan semua yang ingin dituliskan, terasa plong pikiran ini, dan begitupula kalau sudah ngajar, melihat peserta yang puas atau mungkin tidak puas (baca artikel ini: Mengajar Pengadaan Barang/Jasa sampai Puas!) , peserta yang begitu semangat dan antusias, setelah ngajar photo bareng, salaman jabat tangan dengan begitu erat dan senyum di bibir disertai ucapan terima kasih, dan saya jawab dengan ucapan minta maap kalau2 ada kesalahan dan kekuarangan dalam mengajar. semua hal tersebut begitu… bagai mana gitu yah… walau baru terasa cape nya setelah mengajar, namun sensasi kepuasan dalam mengajar itu seperti… punten… maap… seperti habis orgasme… pokonya puass lah 🙂

Oke mungkim ini saja curhatan di malam ini ya, saya sekarang mau muasin yang lain dulu ya 🙂 saya tidak tahu apakah tulisan ini bagus atau tidak ya, tetapi harapan saya, meskipun sekedar curhatan… mudah mudahan ada manfaatnya saja ya…. aamiin…

piss ah… salam damai dan salam pengadaan dari bogor 🙂

Share

Perasaan masih ada yang kurang…

January 22, 2010 by  
Filed under Curhat PNS online

Beginilah kalau internet dan komputer sudah jadi hobbie… perasaaan masih aja ada yang kurang…

Tadinya sih mau bikin artikel tentang pemeriksaan barang setiap kali kita berkunjung ke mal atau pusat perbelanjaan, maklumlah hampir tiap hari ke mall buat latihan… kadang sih bisa bersabar dan mengerti… tapi lama kelamaan jadi gatel juga nih jari kepengin menuliskan tentang hal ini, tapi kok yah agak kurang mood gitu loh, jadi aja malam ini cuman ngeposting gambar ini doank.. yah… just iseng doank 🙂 Read more

Share