\n

Kejanggalan Beberapa Putusan Korupsi Pengadaan dan Kaitannya dengan Konstitusi

August 25, 2016 by  
Filed under Kasus Pengadaan

Tulisan ini menunjukkan beberapa putusan/vonis janggal terkait dengan korupsi tipe merugikan keuangan negara di sektor pengadaan pemerintah. Disebut janggal karena satu atau kombinasi dari poin-poin berikut: (i) substansi perkara lebih merupakan perkara hukum administrasi atau perdata daripada pidana; (ii) patut diduga bahwa jika publik mengetahui duduk perkara, maka akan memandang tidak adil jika terdakwa divonis bersalah; (iii) kasus ini dibela oleh atau terjadi dibawah pimpinan atau menimpa kepada orang yang dipersepsikan reformis dan bersih. Tulisan ini fokus pada poin pertama dan berargumen bahwa hukum pidana melanggar batas wilayah hukum administrasi dan perdata karena rendahnya standar pembuktian pada korupsi tipe merugikan keuangan negara. Standar pembuktian yang berlaku adalah “more likely than not”, dan bukan “beyond reasonable doubt”. Maraknya indikasi orang-orang dipidana padahal kesalahannya adalah administrasi atau perdata merupakan isu keadilan yang dijamin oleh konstitusi. Maka, Pasal-pasal yang memungkinkan terjadinya hal ini (Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 UU Pemberantasan Tipikor) perlu diuji ulang oleh MK. Sekalipun hal yang sama pernah diuji oleh MK, namun disampaikan beberapa argumentasi hukum mengapa MK harus menerima permohonan pengujian ini kembali kelak.
Read more

Share

Kerugian Negara dalam Pengadaan

March 8, 2015 by  
Filed under Pengadaan Barang Jasa

MENDENGAR kata “kerugian negara”, para pejabat pemerintahan dan lembaga/badan yang didirikan dengan dana yang berasal dari APBN akan khawatir.
Kekhawatiran bersumber pada adanya kerugian negara yang diasosiasikan dengan korupsi dan kemungkinan masuk penjara.
Apakah kerugian negara selalu berkorelasi dengan korupsi?
Dalam perspektif hukum, ada empat jenis kerugian negara.
Pertama adalah kerugian negara yang diakibatkan hubungan yang bersifat perdata.
Ini terjadi karena negara mengadakan barang dan jasa. Pengadaan barang dan jasa didasarkan pada perjanjian antara negara di satu sisi dan penyedia jasa di sisi lain. Dalam pengadaan barang dan jasa, bisa saja penyedia jasa cedera janji (wanprestasi) atau melakukan penipuan. Negara dirugikan dan muncullah kerugian negara.
Read more

Share