\n

Tips Lulus Sertifikasi Pengadaan Barang Jasa LKPP

Menyenangkan membaca pengumuman hasil ujian sertifikasi dari website LKPP, karena ternyata nama saya tercantum sebagai salah satu peserta lulus ujian sertifikasi yang diadakan oleh LKPP. Dari 47 peserta ujian terdapat 32 peserta lulus dan 15 peserta tidak lulus.

Bagi saya pribadi, ujian sertifikasi di bulan April 2013 tersebut adalah pengalaman pertama mengikuti ujian sertifikasi yang dilaksanakan oleh LKPP. Sebenarnya tahun 2003 saya pernah mengikuti pendidikan dan pelatihan pengadaan barang jasa pemerintah yang dilaksanakan oleh kantor pusat instansi saya selama 3 minggu yang diakhiri dengan ujian dan alhamdulillah lulus. Setelah itu tahun 2003 s.d. 2005 ditunjuk sebagai Sekretaris Panitia Pengadaan Barang dan Jasa saat bertugas di Jakarta. Bedanya pada masa itu pengadaan barang jasa pemerintah masih berpedoman pada Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003, sedangkan sekarang sudah berpedoman pada Peraturan Presiden No, 54 Tahun 2010 sebagaimana diubah beberapa bagian dalam Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012. Terdapat beberapa perubahan yang sangat mendasar dan berbeda dibanding sebelumnya.

Rasa penasaran dan keingintahuan terhadap perkembangan pengadaan barang jasa pemerintah yang sudah lama tidak saya ikuti karena tugas-tugas yang tidak terkait langsung, maka saya sangat senang dan langsung meng-iyakan saat ditawari oleh rekan kerja untuk mengikuti bimbingan teknis dan ujian sertifikasi pengadaan barang jasa yang difasillitasi oleh Biro Perlengkapan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. Akhirnya saya beruntung mendapatkan kesempatan untuk belajar pengadaan barang jasa dan langsung ikut ujian sertifikasi.

Berdasarkan pengalaman mengikuti bimbingan teknis selama 4 hari kerja (senin-kamis) dan ujian sertifikasi di hari jumatnya, maka saya mencoba memberikan tips agar dapat lulus ujian sertifikasi pengadaan barang jasa dari LKPP sebagai berikut:

Persiapan Ujian

Setidaknya telah satu kali membaca sampai selesai Perpres No.54/2010 berikut perubahannya dalam Perpres No.70/2012.

Membaca rangkuman Perpres 54/2010 dan Perpres 70/2012 terkait pengadaan barang jasa mulai dari perencanaan hingga penyelesaian kontrak. Bila tidak sempat merangkum sendiri, maka bisa membaca materi rangkuman yang banyak tersedia di internet.

Latihan-latihan soal baik secara sendiri-sendiri maupun belajar bersama. Cukup banyak tersedia soal-jawab dan pembahasan terkait ujian sertifikasi pengadaan barang jasa baik di buku-buku maupun dapat diunduh dari internet.

Ujian Sertifikasi adalah ujian open book, peserta dapat membuka buku untuk mencari jawaban namun hanya buku terkait peraturan pengadaan barang jasa dan modul-modul pengadaan barang jasa yang boleh dibawa. Latihan soal dan jawabannya tidak diperbolehkan untuk dibawa. Tandai materi-materi penting dalam buku tersebut agar mudah ditemukan saat dibutuhkan.

Istirahat yang cukup sebelum ujian.

Saat Ujian

Ikuti semua petunjuk dari pengawas/panita ujian yang merupakan petugas dari LKPP.

Jawaban soal-soal ujian sertifikasi dituangkan dalam formulir khusus yang diisi menggunakan pensil 2B. Menuangkan jawaban dalam ujian sertifikasi ini lebih nyaman karena peserta tidak harus mengarsir hitam bulatan-bulatan jawaban secara penuh, peserta cukup membuat tanda silang pada lingkaran jawaban. Hal ini memungkinkan karena sistem scanner dari LKPP sangat canggih sehingga bisa mendeteksi jawaban peserta tanpa harus menghitamkan seluruh lingkaran. Bahkan pengawas ujian dari LKPP menyatakan boleh saja menggunakan pena karena scanner juga dapat membacanya, namun kelemahannya tidak bisa dihapus untuk memperbaiki jawaban. Hal ini benar-benar membantu saya karena kelemahan saya adalah tidak bisa mengarsir secara penuh bulatan jawaban karena selalu keluar area dan membuat tangan menjadi sangat pegal.

Terdapat 90 soal yang harus diselesaikan selama 120 menit. Soal-soal tersebut terbagi atas 3 bagian yaitu: No. 1-25 soal benar/salah, jawaban benar (+2). No. 26-80 soal pilihan ganda, jawaban benar (+3). No. 81-90 soal pilihan ganda (kasus-kasus pengadaan), jawaban benar (+4).Tidak ada pengurangan nilai terhadap jawaban yang salah.

Jawablah terlebih dahulu soal-soal yang bernilai 4 karena bila banyak benarnya maka nilai akan semakin besar dan kemungkinan lulus juga semakin besar. Jangan terpaku dengan soal-soal yang sulit karena akan membuang waktu. Tinggalkan soal-soal yang sulit untuk dicari jawabannya di buku yang telah kita bawa. Ingat! Waktu yang disediakan sangat terbatas! Selanjutnya selesaikan soal yang bernilai 3 lalu soal-soal yang bernilai 2.

Setelah sebagian besar dijawab, maka pindahkan terlebih dahulu ke lembar jawaban agar tidak terlupa. Ingat! Tidak perlu diarsir bulatan sampai penuh, cukup disilang saja untuk menghemat waktu!

Selanjutnya konsentrasi menjawab soal-soal sulit yang tersisa dengan membuka buku atau modul yang telah kita tandai. Meskipun ujian bersifat open book, namun jangan sampai kita mengandalkan buku untuk menjawab banyak soal karena akan menyita waktu sementara sangat banyak soal yang harus diselesaikan!

Pengalaman penulis, dalam mengerjakan soal ujian dengan cara ini, masih tersisa waktu sekitar 20an menit dengan sekitar 5 soal tersulit yang belum mendapatkan jawaban. Masih tersedia cukup waktu untuk menyelesaikan soal-soal tersebut dan juga mengecek bebeberapa jawaban yang masih meragukan lalu merubahnya bila memang dirasa kurang tepat.

Dalam ujian sertifikasi ini tidak ada pengurangan nilai terhadap jawaban yang salah. Jadi jangan sampai tidak menjawab satu soal pun walau kita tidak tahu apa jawabannya. Siapa tahu kita beruntung dengan menebak jawaban yang benar dan dapat menambah point untuk memenuhi syarat kelulusan. Namun jangan jadikan hal ini sebagai kebiasaan apalagi andalan!

Syarat kelulusan adalah bila kita bisa mendapatkan point 65% dari seluruh point yang disediakan.

Penutup

Bila belum lulus, maka jangan berkecil hati. Jadikan hal ini sebagai kelulusan yang tertunda. Kita masih dapat mengikuti ujian sertifikasi berikutnya dengan persiapan yang lebih mantap dan telah memiliki pengalaman yang berharga.

Setelah lulus ujian sertifikasi (diumumkan paling cepat 15 hari kerja setelah ujian di website LKPP), jangan pernah berpuas diri. Selalu ulang materi-materi yang ada baik dalam buku-buku peraturan, modul-modul, studi kasus pengadaan dan latihan-latihan soal. Kita juga bisa mencermati dinamika proses pengadaan barang jasa pemerintah yang terjadi sehari-hari dari berbagai media. Makin banyak kita belajar dan makin sering kita melaksanakan tugas terkait pengadaan barang jasa maka makin meningkatkan kemampuan dan keahlian yang akan meminimalkan terjadinya kesalahan-kesalahan ataupun akan sangat berguna saat menghadapi permasalahan-permasalahan pengadaan barang jasa pemerintah.
sumber: http://edukasi.kompasiana.com/2013/05/02/tips-lulus-sertifikasi-pengadaan-barang-jasa-lkpp-552414.html

Share

Tips dan trik untuk lulus menjadi CPNS/PNS

January 7, 2009 by  
Filed under PNS (Pegawai Negeri Sipil)

Pada akhir tahun 2008 beberapa pemerintah kabupaten dan kota mulai kembali mengadakan penerimaan CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil), jadi teringat kembali pengalaman ketika mengikuti tes CPNS. Saya coba berbagi pengalaman pribadi dalam tulisan ini, mudah-mudahan dapat berguna bagi yang ingin mengabdi menjadi abdi masyarakat, abdi negara, abdi teh PNS 🙂
Pertama kali saya mengikuti ujian PNS adalah pada pertengahan tahun 2004, waktu itu sedang banyak-banyaknya penerimaan dari umum untuk formasi PNS di beberapa daerah kabupaten kota, waktu itu saya untuk pertama kalinya saya ikut penerimaan CPNS untuk formasi teknik geodesi di pemerintah kabupaten Cianjur. Salah satu alasannya adalah karena saya memang berasal dari Cianjur , “Putra Daerah” kalau istilah kerennya, mudah-mudahan ada kesempatan lebih nih. Namun waktu itu masih agak skeptis, mau apa jadi PNS? Ikut tes ini hanya sekedar mengikuti keinginan dari orang tua, sehingga niatnya pun hanya sekedar berbakti pada orang tua, agar tidak mengecewakan orang tua, maka tanpa persiapan apapun diikutilah tes CPNS di kabupaten Cianjur dan hasilnya pun cukup mengecewakan, dari 40 orang peserta dan jatah 2 orang formasi teknik geodesi ternyata nama saya tidak termasuk dalam peserta yang lulus. Pada bulan berikutnya kembali dibuka lewongan CPNS untuk formasi Geodesi pada beberapa kabupaten dan kota serta instansi sektoral, seperti BPN (Badan Pertanahan Nasional), Bakosurtanal (Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional), salah satunya adalah penerimaan PNS pada kota Bogor. Dari pengalaman pertama mengikuti ujian di Cianjur dan setelah “titirah” akhirnya ditekadkan agar bisa lulus pada tes kali ini.

Dari pengalaman beberapa kali mengikuti ujian baik selama sekolah, kuliah dan bekerja di beberapa konsultan, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah: persiapan; belajar latihan soal tes CPNS. Langkah pertama yang dilakukan adalah mengumpulkan/membeli buku-buku latihan soal-soal yang terkait dengan Tes CPNS, pada waktu itu diperoleh informasi bahwa tes terdiri dari ; 1. Tes Kompetensi Dasar; Tes Pengetahuan Umum (TPU), Tes Bakat Skolastik (TBS), dan 2. Tes Kompetensi Bidang.Tes Pengetahuan Umum terdiri mata pelajaran; Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Tata Negara, Tes Skolastik merupakan materi tes Psikotes sedangkan Kompetensi Bidang berisi tes kemampuan pada keahlian pada formasi yang akan diambil, dalam hal ini saya mengambil formasi teknik geodesi.
Persiapan dilakukan dengan membeli beberapa buku yang terkait dengan bahan-bahan yang akan di ujian kan, dari Gramedia dan Gunung Agung, berikut adalah buku-buku yang saya beli:
-Kumpulan Soal-soal UAN (Ujian Nasional) untuk SMU untuk memperoleh latihan soal-soal Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, sedangkan untuk tata negara, dibeli buku kumpulan soal UAN dari jurusan IPS. Plus Buku EYD (Ejaan yang disempurnakan), dari pengalaman soal EYD selalu muncul dalam ujian Bahasa Indonesia dimanapun!,
-Kumpulan soal-soal CPNS/PNS; ada 3 sampai dengan 5 buku yang berjudul seperti itu, saya beli 2 buku yang terlihat isinya lebih baik dari buku yang lainnya.
-Buku Latihan Psikotes; ada beragam/banyak buku untuk bahasan ini, dipilhlah beberapa buku yang isinya lebih baik dari buku-buku yang lainnya, untuk psikotes saya membeli 4 buku kecil-kecil.
Dari beberapa buku itulah saya belajar untuk persiapan tes PNS, namun dengan sebanyak buku itu dan waktu tes yang semakin dekat, akan sangat tidak mungkin dapat mempersiapkan diri dengan maksimal, untunglan saya pernah membaca buku Quantum Learning, belajarlah dengan cepat! Metoda yang digunakan adalah dengan metoda scanning; dengan cukup membaca soal dan langsung baca jawabannya – baca soal langsung baca jawabannya terus saja seperti itu untuk semua buku, sampai jawabannya benar-benar hapal di luar kepala 🙂 dalam waktu 2 minggu sudah dilahap semua buku tersebut. Baru kemudian dicoba dengan baca soal kemudian tuliskan jawaban tanpa melihat kuncinya, baru dinilai berapa kemampuannya, ternyata lumayan juga sudah hampir 100% bisa dikerjakan semua. So dalam waktu kurang dari 1 bulan sudah benar-benar siap untuk mengikuti tes CPNS.
Jadi kunci agar dapat lulus tes CPNS adalah: 1.Persiapan, kemudian 2. Persiapan dan ketiga adalah Persiapan.

1.Persiapan Administrasi; Persiapkan dari jauh hari persyaratan administrasi yang dipersyaratkan, mulai dari kartu kuning, ijasah dilegalisir, photo sekian kali sekian, Tes Kesehatan, Tes Bebas Narkoba, dsb. Persiapkan semua administrasi ini jauh-jauh hari sebelum tes, sehingga waktu tidak banyak tersita untuk menguruskan hal ini, apalagi kalau misalnya ikut tes di Bandung sedangkan kuliahnya di Sulawesi, dan tinggal di Sumatera; legalisir ijasah ke Sulawesi, membuat Kartu Kuning di Sumatera, kemudian tes di Bandung. Cape deh…

2.Persiapan Latihan Soal; Percuma ikut tes CPNS sudah keluar biaya untuk persiapan administrasi tapi tanpa persiapan latihan soal! Hasilnya pasti NOL BESAR!
Memang masih banyak cerita miring yang mengatakan kalau tidak punya keluarga kerabat dekat atau pegangan orang dalam akan sangat sulit untuk jadi PNS, itupun saya alami ketika pertama masuk kerja jadi PNS, kebanyakan PNS lama menanyakan ke saya; “punya relasi/saudara siapa bisa masuk jadi PNS?”, bingung dan heran juga menjawabnya 🙂 mungkin karena kebiasaan lama maka begitulah. Tapi nampaknya kebiasaan itu sudah mulai ditinggalkan, pada kenyataannya banyak PNS yang tanpa keluar uang untuk nyogok dan tanpa relasipun (tanpa KKN) bisa lulus dan masuk jadi PNS. Jadi intinya PERSIAPAN!!!
Soal bahasa indonesia dari tahun ke tahun tidak banyak mengalami perubahan, mulai dari beberapa point soal EYD, tata bahasa, bacaan, dan sastra. Begitu pula Tata Negara, masih itu-itu juga, UUD 45, pancasila, paling tambahannya tentang update otonomi/peraturan daerah,pemilu, dsb. Makanya baca soal-soal minimal dari 10 tahun ke belakang, akan kelihatan bagaimana pola soalnya.
Psikotes, satu prinsip yang harus dipegang adalah, apabila kita banyak berlatih mengerjakan soal-soal psikotes, maka kita akan dapat bersaing dengan orang yang lebih pintar dari kita, bahkan nilainya lebih tinggi dari orang pintar tapi tidak pernah berlatih soal Psikotes. Dari pengalaman pribadi ; ternyata memang soal psikotes itu nga susah amat sih, apalagi kalau sudah banyak latihan soal, dijamin IQ-nya bisa meningkat!
Soal ujian kompetensi, tentunya sudah ada modal selama kuliah atau bekerja untuk hal ini. Namun satu hal yang penting adalah; pelajari keilmuan pada bidang keahlian yang sedang tren pada saat ini, misalkan pada saat saya tes untuk Geodesi, ternyata soalnya banyak mengenai pemograman komputer untuk aplikasi Geodesi (SIG/Sistem Informasi Geografis), inilah yang dinamakan rejeki, selama 5 tahun bekerja di bidang itu, babat habislah 🙂

3.Kalau sudah melakukan persiapan no. 1 dan no.2 persiapkanlah lahir dan bathin untuk menjadi PNS, karena dunia PNS itu ternyata sangat jauh berbeda dengan dunia kerja di swasta. Sangat berbeda sekali… seperti benang kusut untuk membahasnya, namun kalau di runut, inti permasalahannya adalah; 1. Rekrutmen yang KKN (jaman dulu), 2. Kesejahteraan yang Kurang 3. Mismanajemen
Ketiga hal ini saling terkait satu sama lain dari Rekrumen yang KKN menghasilkan SDM yang kurang maksimal, dari SDM yang kurang maksimal ini penghargaan terhadap profesi PNS menghasilkan kesejahteraan yang kurang memadai dan dari dua hal itu munculkan mis manajemen dalam segala segi, teknis, non teknis, motivasi, kompetensi, perencanaan, dsb tidak dapat tertata dengan baik, mau merubah??!! Saya mendingan jawab: NO Comment. Namun masalahnya tidak sesederhana dan sesempit ini. Pada intinya persiapkanlah diri untuk menjadi Abdi Masyarakat dan Abdi Negara dengan bekerja sebaik mungkin dengan kondisi bagaimanapun di manapun nanti ditempatkan.

Selamat Mengabdi!!!

Share

Tips untuk Bajaj Pulsar Rider

October 5, 2008 by  
Filed under Curhat PNS online

Bogor – Setelah 3 bulan lebih memakai bajaj pulsar 200 cc, beberapa hal yang mungkin berguna bagi para pengguna baru bajaj pulsar lainnya, antara lain:

1. Sebelum berangkat mudik lebaran, saya pernah bertemu dengan pengguna bajaj pulsar 180 di parkiran kantor, ketika dia berhenti tampaknya kesulitan untuk menetralkan gigi motor bajaj nya, sampai giginya diijak-injak dengan keras 🙁 . Memang waktu awal-awal pemakaian motor bajaj saya sempat mengalami kesulitan juga untuk menetralkan gigi, tapi sebenarnya tidak terlalu seret sih… namun apabila dari sejak awal atau masa “indreyeun”masalah ini tidak diatasi maka semakin lama akan semakan parah seperti teman saya yang satu tadi. Namun alhamdullillah sekarang saya tidak bermasalah dengan pergantian gigi tersebut, berikut adalah beberapa trik yang dapat dilakukan, sebaiknya dari sejak awal dilakukan karena apabila hal ini bisa diatasi maka kesulitan tersebut akan hilang dengan sendirinya;

Read more

Share